Popular Posts

TUHAN DITENGAH KELUARGA (AMSAL 3:5-10)

Dr. James Dobson melalui hasil survey yang dilakukan terhadap pasangan suami-istri yang telah berhasil menjalin hubungan suami-istri yang langgeng dan bahagia. Ada lebih dari 600 orang yang memberikan pendapat. Ia menyimpulkan bahwa salah satu rahasianya untuk menjaga kekokohan sebuah kekuarga Kristen adalah “ Berpusatkan Kepada Kristus “. Melalui Amsal 3 :5-10 kita akan belajar memahami lebih dalam lagi tentang arti pentingnya kehadiran Tuhan sebagai pusat keluarga . Secara khusus bagian ini berbicara tentang perbedaan antara orang yang diberkati Tuhan dan yang tidak diberkati Tuhan. Orang yang diberkati Tuhan adalah orang yang hidupnya berpusatkan kepada Allah, sedangkan yang tidak diberkati adalah orang yang hidup menurut jalannya sendiri. Melalui bagian ini kita akan belajar tentang 3 kebenaran mengenai arti menghadirkan Tuhan ditengah keluarga.

1.Hidup Bergantung Kepada Tuhan ( ayat 5)

Keluarga yang berpusatkan kepada Allah adalah keluarga yang setiap anggotanya adalah orang yang hidupnya berserah kepada Tuhan . Kata “percayalah “berarti “penuh keyakinan “ yang diterjemahkan dalam bahasa inggris “ trust”. Ditambah dengan pararelisme yang bebentuk antithesis “ jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri” , maka hal ini menunjukkan bahwa orang yang sungguh berpusatkan kepada Tuhan adalah orang yang menaruh pengharapannya hanya kepada Tuhan ( Yahweh). Menjadi keluarga yang menghadirkan Tuhan berarti seluruh anggota keluarga selalu bersandar dan berharap hanya kepada Tuhan dalam segala aspek hidupnya.

2. Hidup Sesuai Dengan Kehendak Tuhan ( ayat 6, 7, 8)

Selain bersandar dan berharap kepada Tuhan keluarga yang berpusatkan kepada Tuhan adalah keluarga yang hidup dalam kehendak TUhan. Istilah “ Akuilah “ berasal dari kata “ Yada “ dalam bentuk imperative yang berarti “mengenal Tuhan melalui pengalaman “ . Ditambah dengan kata “ Derek” yang berarti “ jalan hidup atau tingkah laku”, sehingga dapat diterjemahkan “ Akuilah TUHAN dalam segala lakumu “ yang mengandung arti “ mengenal Tuhan dengan mengakui keTuhanan-Nya dalam seluruh langkah hidup kita” atau “ hidup hidup sesuai dengan jalan dan kehendak Tuhan “ . Ditambah dengan ayat 7 yang menegaskan bahwa orang yang mengakui TUHAN dalam segala jalan hidupnya adalah juga orang yang “Takut akan Tuhan “ . Istilah “ Takut “ berarti “ hormat dan mengakui kedaulatan serta kemuliaan Tuhan “ yang tidak berkompromi dengan “kejahatan” (ayat 7b) . Keluarga yang berpusatkan kepada Tuhan adalah keluarga yang mau taat kepada Tuhan. Berkat Tuhan akan nyata ditengah keluarga seperti ini.

A Tuhan Pasti Akan Menyertai .

B.Tuhan Memimpin Kejalan Yang Benar. Istilah “ Ia akan meluruskan jalanmu” dalam ayat 6b juga mengandung arti “dipimpin Tuhan dalam jalan yang lurus atau benar “ . Dengan kata lain jika semua anggota keluarga hidup sesuai dengan kehendak Tuhan maka hal-hal yang bisa merusak hubungan keluarga termasuk dosa akan dapat dihindarkan .

3. Hidup Melayani Tuhan . (Ayat 9-10)

Penulis Amsal juga mengingatkan kepada pembacanya bahwa untuk hidup dalam berkat Tuhan mereka juga harus belajar mengembalikan apa yang harus dikembalikan kepada Tuhan. Dalam hal ini mempersembahkan hasil pertamanya. istilah “ re’syit” yang diterjemahkan “buah pertama” dapat diartikan “ yang terbaik”. ( bd. I Sam 2:19; Amos 6:1; Mz.78:51). Dengan kata lain keluarga yang ingin hidup berpusat kepada Tuhan harus ditunjukkan dengan hati yang mau memberikan yang terbaik kepada Tuhan . Dalam hal ini sebagai orang yang percaya kepada Kristus maka memberi yang terbaik itu berarti memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Keluarga yang hidupnya mau melayani dan memberikan terbaik kepada Tuhan juga akan menerima dan mengalami janji berkat Tuhan (ayat10). Tuhan pasti akan mencukupkan dan memberikan yang terbaik.

GKT News

KP Sion