Popular Posts

Satu Diantara Sepuluh

Hadi S. Lie

Lukas 17:11-19
Amanat Teks:
Menunjukkan orang Samaria yang tahu berterima kasih, sekalipun termasuk bangsa yang dinajiskan karena factor keturunan. Dalam cerita ini, ada 10 orang sakit kusta, mereka sama-sama menderita, baik secara fisik maupun batin, karena keadaan itu membuat mereka harus dikucilkan.

Yang menarik adalah kesemuanya disembuhkan oleh Tuhan, tetapi hanya satu yang kembali untuk berterima kasih, dan orang itu adalah orang Samaria (Yesus menyebutnya sebagai orang asing: 18).

Orang Yahudi dan Orang Samaria adalah dua bangsa yang tidak bisa hidup bersama, karena orang Yahudi menganggap bahwa orang Samaria adalah bangsa yang najis (najis karena orang Samaria adalah hasil perkawinan campur antara orang Yahudi dan bangsa lain). Orang Yahudi, tidak akan mau memakai piring atau gelas bekas pakai orang Samaria.

Tetapi penyakit kusta yang mereka alami, membuat mereka “harus” tinggal bersama di tempat pengasingan. Kusta membuat orang Yahudi menjadi najis juga; kusta membuat status mereka sama-sama najis.

Pada saat yang sulit, mereka bersama-sama bertemu dengan Tuhan Yesus; Tuhan Yesus tidak mengabaikan mereka, Tuhan memperhatikan mereka. Tuhan Yesus meminta agar mereka bersama pergi ke para imam untuk menujukkan diri mereka (14).

Menunjukkan diri kepada para imam, bukanlah sesuatu yang mudah jika tetap dalam keadaan kusta, karena resiko diusir bahkan dihukum ada di depan mata mereka.

Tetapi semua mereka melakukan perintah Tuhan Yesus; mereka pergi dan saat mereka belum ketemu para imam; saat diperjalanan, mereka semua sembuh!

Apakah yang menyebabkan mereka semua disembuhkan ? Apakah karena factor iman? Kalau benar karena iman ? mengapa yang kembali untuk berterima kasih hanya satu? Mana yang 9 orang ? ketika mereka tidak berterim kasih atau tidak memuliakan Tuhan karena disembuhkan dapatkah disebut sebagai orang yang memiliki iman?

Kalau begitu, apakah yang menjadi sebabnya, sehingga semua mereka disembuhkan Tuhan Yesus? Dari sini, kita bisa melihat, bahwa kesembuhan itu tidak bergantung pada yang utama adalah iman!

Penyembuhan adalah mutlak dari Tuhan dan Tuhan tidak membatalkan kesembuhan seseorang hanya karena mereka tidak tahu berterima kasih.

Penyembuhan adalah berkat yang umum, yang Tuhan bisa berikan baik kepada seorang yang beriman ataupun kepada orang yang tidak beriman. Saat di kolam Betesda, Yesus juga menyembuhkan seorang yang tidak memiliki iman, yang sekitar 38 tahun sakit.

Penyembuhan yang Tuhan Yesus lakukan, tidak selalu membawa seorang memiliki iman dan kasih kepada Tuhan! Mengapa ?

Kalau Tuhan tidak memberikan hati yang bisa bersyukur dan berterima kasih pada seseorang, maka tak akan ada seorangpun yang bisa melakukannya.

Dari sini, kita bisa melihat betapa factor Anugrah Tuhan itu sangat mutlak untuk hidup kita! Berkat umum itu penting, tetapi bukan yang terpenting! 9 orang kusta itu telah mendapat berkat Tuhan, tetapi hidup mereka tidak terhubung dengan sang pemberi berkat!

Berbeda dengan satu orang yang kembali untuk berterima kasih, orang Samaria ini, tidak hanya menerima kesembuhan secara fiik, tetapi juga menerima anugerah iman, terbukti dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam ayat 19 “Berdirilah dan Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Ibadah Minggu Sore, 5 Desember 2010 GKT Bumi Permai.

GKT News

KP Sion